Johann Sebastian Bach
News > Johann Sebastian Bach
Bagi para pecinta musik Klasik, nama Johann Sebastian Bach tentunya sudah tidak asing lagi. Johann Sebastian Bach lahir pada 21 Maret 1685 di Eisenach sebuah kota di Jerman yang sekarang termasuk wilayah Thüringen. Bach dianggap sebagai salah satu Komposer terbesar asal Jerman yang menyumbangkan karya – karya nya bagi dunia hingga kini.
Johann Sebatian Bach memang tergolong anak yang memiliki kemampuan diatas rata – rata. Ia menyelesaikan pendidikannya di Ohrdruf dan berhasil menempati peringkat ke dua.Kemudian di usianya yang masih belia, ia sudah tergabung sebagai anggota koor Gereja St.Yohanes.
Dan waktu yang bersamaan ia juga mulai belajar untuk memainkan Orgel. Namun karirnya dalam dunia musik mulai menanjak pada usia 17 tahun ketika ia menjadi pemain orgel di Neuen Kirche (Gereja Baru) di Lüneberg dan memimpin sebuah paduan suara di sebuah sekolah.
Sumbangan-sumbangan Bach terhadap dunia musik menggabungkan banyak detail dari berbagai gaya musik Jerman, Perancis dan Italia selama tahun-tahun terakhir era Baroque. Selama hidupnya Bach dikenal sebagi pemain orgel, pianis dan komposer. Sayangnya Hingga awal abad 19 karya – karya Bach kurang di dengar oleh publik dunia. Bahkan semasa ia masih hidup karya nya hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Oleh karena itu sebagai bentuk penghargaan atas karya – karyanya pemerintah Jerman menyelenggarakan acara tahunan “Bach Festival”. Acara ini berlangsung mulai dari satu minggu sebelum hari raya Paskah (akhir maret) hingga 2 minggu setelahnya. Uniknya para penggemar Bach dapat menyaksikan kembali karya – karya tersebut tidak hanya di satu kota. Ada sedikitnya 10 kota yang menggelar konser karya sang maestro secara bergiliran.
Hingga kini semua perguruan tinggi musik di Jerman menjadikan karya – karya Bach sebagai salah satu acuan standar bagi para mahasiswanya. Sebenarnya karya – karya Bach mulai dimainkan kembali pada awal abad 18. Nikolaus Forkel yang pada saat itu menjabat sebagai direktur musik di Universitas Göttingen mulai memperkenalkan karya – karya sang maestro. Namun pada masa itu karya –
karyanya masih terbatas sebagi bahan refenrensi yang digunakan oleh masyarakat kampus.
Saat ini ada paling tidak ada sekitar 32.000 mahasiswa yang terdaftar di seluruh perguruan tinggi musik (Musikhochschule) di Jerman, dengan 9.000 diantaranya adalah mahasiswa asing. Dengan kata lain, lebih dari seperempat mahasiswa di Jerman yang memutuskan untuk kuliah di perguruan tinggi musik adalah berasal luar negeri. Mereka kebayakan berasal dari Korea Selatan, Jepang dan China. Nah buat
kalian yang memiliki kemampuan dalam bermusik, mungkin Jerman bisa kalian jadikan sebagai pilihan.
Mahasiswa Asing Di Jerman
Frankfurt am Main, sebagian besar mahasiswa asing di Jerman adalah berasal dari Asia, tepat China.lanjut
| Study Consultation |
|---|
|
|