Site is Loading, Please wait...

Data Statistik Jumlah Perawat Asing di Jerman 2023–2026

Data Statistik Jumlah Perawat Asing di Jerman 2023–2026

Data Statistik Jumlah Perawat Asing di Jerman 2023–2026. Jerman menghadapi krisis tenaga kerja perawatan kesehatan yang semakin mendalam. Dengan populasi yang menua dan kebutuhan perawatan yang terus meningkat, sistem kesehatan Jerman semakin bergantung pada tenaga perawat asing untuk menutup celah kekurangan tenaga kerja. Artikel ini menyajikan data statistik terkini tentang jumlah perawat asing di Jerman dari tahun 2023 hingga 2026, termasuk tren utama, tantangan, dan sepuluh negara asal utama.

Baca Juga : Perbedaan Gaji perawat Indonesia VS Jerman

Gambaran Umum: Ketergantungan pada Tenaga Perawat Asing

Pada tahun 2023, sekitar 1,7 juta orang bekerja di sektor perawatan kesehatan Jerman, dan setiap satu dari enam perawat yang memiliki kualifikasi profesi Perawat berasal dari luar negeri. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dekade sebelumnya, dengan pertumbuhan jumlah tenaga perawat asing di perawatan lansia mencapai 273% dan di perawatan rumah sakit sebesar 256% antara tahun 2013 dan 2023.

Memasuki tahun 2024, jumlah tenaga perawat asing di Jerman melampaui 306.700 orang, mencakup 17,8% dari total tenaga kerja perawatan di negara tersebut. Pada tahun 2026, Jerman diperkirakan masih menghadapi kekurangan 30.000–40.000 perawat di rumah sakit dan fasilitas perawatan jangka panjang.

Berdasarkan data terbaru, terjadi pergeseran besar dalam rekrutmen tenaga perawat di Jerman. Mulai tahun 2023, untuk pertama kalinya jumlah perawat dari negara non-Uni Eropa melampaui rekrutan dari negara Uni Eropa, dan tren ini diperkirakan terus berlanjut hingga 2035. Pemerintah Jerman sangat mengandalkan tenaga kerja dari “negara ketiga” untuk menutup kekurangan tenaga kesehatan, yang diperkirakan masih mencapai puluhan ribu hingga tahun 2035.

Berikut adalah proyeksi 10 negara asal utama perawat asing di Jerman dari luar Uni Eropa berdasarkan tren rekrutmen terbaru, kebijakan imigrasi, dan kerja sama bilateral yang aktif:

  1. Filipina : Negara ini merupakan salah satu pemasok utama melalui program “Triple Win” yang sudah berjalan lama, dengan ribuan perawat telah direkrut.
  2. India: Pada pertengahan 2025, jumlah perawat dari India tercatat sangat signifikan dan menduduki peringkat lima besar secara keseluruhan, dengan jumlah yang terus meningkat.
  3. Bosnia-Herzegovina: Termasuk dalam kelompok besar dari kawasan Balkan Barat yang secara kolektif menyumbang lebih dari 51.000 tenaga perawat.
  4. Serbia: Bersama Bosnia, Serbia menjadi andalan utama dari kawasan Balkan untuk mengisi kekurangan tenaga di Jerman.
  5. Turki: Secara historis menjadi salah satu negara asal terbesar dari luar UE, dengan jumlah kontribusi yang besar di sektor perawatan rumah sakit dan lansia.
  6. Tunisia: Negara Afrika Utara ini memiliki perjanjian rekrutmen khusus yang secara konsisten mengirimkan tenaga perawat ke Jerman.
  7. Vietnam: Melalui program perjanjian bilateral, Vietnam menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang secara aktif mengirimkan tenaga perawat terampil.
  8. Brasil: Pada tahun 2023, Jerman menandatangani deklarasi niat tentang “imigrasi yang adil” dengan Brasil, dengan target potensial hingga 700 perawat per tahun.
  9. Suriah: Banyak tenaga medis asal Suriah yang bekerja di Jerman, meskipun lebih dikenal di sektor kedokteran, mereka juga berkontribusi di bidang keperawatan.
  10. Tiongkok: Meskipun jumlahnya mungkin tidak sebesar negara-negara utama, terdapat aliran tenaga perawat dari Tiongkok melalui berbagai program rekrutmen dan jalur imigrasi terampil.

Meskipun angka pastinya sangat dinamis tergantung pada kebijakan imigrasi dan pengakuan kualifikasi, negara-negara tersebut mendominasi arus masuk tenaga perawat non-UE hingga tahun 2026.

Kebijakan Rekrutmen dan Prospek ke Depan

Pemerintah Jerman terus memperluas upaya rekrutmen perawat asing. Pada tahun 2023, Menteri Tenaga Kerja Jerman menandatangani deklarasi perekrutan tentang “imigrasi yang adil” dengan Brasil, dengan potensi rekrutmen hingga 700 perawat per tahun dari Amerika Latin. 

Undang-Undang Imigrasi Tenaga Kerja Terampil (Skilled Immigration Act) yang mulai berlaku penuh pada Maret 2024 mempermudah pekerja terampil dari negara ketiga untuk bekerja di Jerman.

Bagaimana dengan Perawat dari Indonesia? Apakah jumlahnya mengalami peningkatan ? 

Data dari KP2MI menunjukkan peningkatan jumlah lulusan keperawatan dari Indonesia sejak 2022 sampai pertengahan 2026. Selain melalui program pemerintah GtoG, banyak lembaga swasta seperti Spitze Studium yang memfasilitasi lulusan keperawatan dari Indonesia yang ingin bekerja ke Jerman secara mandiri. Jadi itu dia Data Statistik Jumlah Perawat Asing di Jerman 2023–2026

Jadi untuk lulusan keperawatan D3/S1/Ners dari Indonesia kapan mau mulai mempersiapkan langkah untuk bekerja ke Jerman ?

Sumber

  1. https://www.medboundtimes.com/nursing/why-is-germany-recruiting-indian-nurses?utm_source=website&utm_medium=related-stories
  2. https://www.talentorbit.de/en/hiring-nurses-from-abroad/
  3. https://migrant-integration.ec.europa.eu/index.php/news/pflegeberufe-auslaendische-fachkraefte-als-entscheidender-wachstumsfaktor_fr
  4. https://pflegenetzwerk-deutschland.de/magazin/fachkraefte/internationalisierung
  5. https://www.talentorbit.de/en/comparative-care-caregivers-from-eastern-europe/#respond
  6. https://www.thelocal.de/20250521/foreign-nurses-in-germany-face-language-and-cultural-barriers
  7. https://www.infomigrants.net/en/post/59854/germany-recognizing-more-foreign-qualifications
  8. https://quomi.com/nursing-specialties-e-g-pediatric-critical-care/mood-in-nursing/
  9. http://knews.kathimerini.com.cy/en/news/germany-recruiting-nurses-from-latin-america

Related Posts