
Orang Jerman dan orang Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Perbedaan ini tidak hanya mencakup hal-hal kecil, tetapi juga dalam cara mereka berinteraksi, bersosialisasi, dan mengelola waktu. Memahami kebiasaan orang Jerman yang berbeda ini dapat membantu kita lebih menghargai keberagaman budaya dan bahkan menghindari kesalahpahaman. Berikut adalah beberapa kebiasaan orang Jerman yang berbeda dari orang Indonesia:
Baca Juga : Fasilitas yang Ada di Kampus Jerman
1. Ketepatan Waktu adalah Hal Utama
Ketepatan waktu sangat dihargai di Jerman, bahkan dianggap sebagai bentuk sopan santun. Orang Jerman terkenal disiplin soal waktu, baik dalam acara formal maupun informal. Jika seseorang memiliki janji, mereka akan datang tepat waktu, bahkan sering kali beberapa menit lebih awal. Di Indonesia, “jam karet” adalah istilah yang umum, menunjukkan fleksibilitas dalam hal waktu. Meskipun ketepatan waktu juga dihargai, keterlambatan sering kali dianggap wajar dalam banyak situasi sosial.
2. Bersikap Langsung dan Terbuka
Orang Jerman cenderung bersikap langsung dan jujur dalam mengungkapkan pendapat, bahkan jika itu berupa kritik. Mereka menghargai kejujuran dan keterusterangan, sehingga tidak jarang mereka menyampaikan pendapat secara langsung tanpa basa-basi. Orang Indonesia biasanya lebih sopan dan berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, terutama jika itu adalah kritik. Kebanyakan orang Indonesia cenderung mempertimbangkan perasaan orang lain, sehingga sering kali mereka memilih kata-kata yang lebih halus untuk menghindari konflik.
3. Privasi yang Sangat Dijaga
Privasi adalah hal penting bagi orang Jerman. Mereka tidak terlalu terbuka mengenai kehidupan pribadi, terutama dengan orang yang baru dikenal. Misalnya, mereka jarang menanyakan hal-hal pribadi atau berbagi banyak cerita pribadi, kecuali dengan teman dekat. Sebaliknya, orang Indonesia cenderung lebih ramah dan terbuka terhadap orang baru. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Sudah menikah belum?” atau “Kerja di mana?” adalah hal yang biasa dalam percakapan sehari-hari. Pertanyaan semacam ini dianggap wajar di Indonesia, meskipun di Jerman bisa dianggap melanggar privasi.
4. Kebiasaan Makan Malam Lebih Awal
Makan malam di Jerman biasanya dilakukan lebih awal, sekitar pukul 6 hingga 7 malam. Setelah makan malam, mereka cenderung tidak makan lagi, dan banyak restoran juga tutup lebih awal dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia, makan malam sering kali dilakukan lebih larut, bahkan hingga pukul 8 atau 9 malam. Selain itu, banyak restoran atau warung buka hingga larut malam atau bahkan 24 jam, sehingga mudah untuk menemukan makanan kapan saja.
5. Menggunakan Air Dingin Saat Mandi
Orang Jerman umumnya lebih sering mandi dengan air dingin, terutama di musim panas. Di musim dingin, mereka mungkin menggunakan air hangat, tetapi secara umum mereka tidak terbiasa mandi sesering orang Indonesia. Di Indonesia, banyak orang terbiasa mandi dua kali sehari, baik pagi maupun sore, dan biasanya menggunakan air hangat atau dingin tergantung pada cuaca. Mandi dua kali sehari menjadi hal umum karena iklim tropis yang panas.
6. Kebiasaan Membawa Tas Belanja Sendiri
Di Jerman, membawa tas belanja sendiri sudah menjadi kebiasaan. Orang Jerman sangat peduli terhadap lingkungan, dan mereka berusaha mengurangi penggunaan kantong plastik. Sebagian besar supermarket tidak menyediakan kantong plastik gratis, sehingga pelanggan diharuskan membayar jika ingin menggunakan kantong plastik. Di Indonesia, kebiasaan ini masih berkembang. Meskipun penggunaan kantong plastik berbayar sudah mulai diterapkan di beberapa tempat, banyak orang Indonesia yang masih bergantung pada kantong plastik yang disediakan oleh toko atau supermarket.
7. Menyukai Aktivitas di Luar Ruangan
Orang Jerman sangat suka melakukan aktivitas di luar ruangan, seperti hiking, bersepeda, dan piknik, terutama di akhir pekan. Mereka menikmati waktu di alam terbuka dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Bahkan di musim dingin, mereka tidak segan untuk berjalan-jalan di luar jika cuaca memungkinkan. Di Indonesia, aktivitas luar ruangan seperti hiking atau bersepeda juga semakin populer, tetapi tidak umum di Jerman. Banyak orang Indonesia lebih memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan atau cafe untuk bersantai, terutama karena iklim panas yang membuat aktivitas luar ruangan menjadi kurang nyaman.
8. Sistem Sampah yang Ketat
Pengelolaan sampah di Jerman sangat ketat. Mereka memilah sampah dengan teliti, mulai dari sampah organik, plastik, kertas, hingga gelas, yang masing-masing memiliki tempat pembuangan yang berbeda. Di beberapa daerah, ada denda bagi mereka yang membuang sampah sembarangan atau salah dalam pemilahan. Di Indonesia, sistem pemilahan sampah belum seketat di Jerman, meskipun program pemilahan sampah sudah mulai diperkenalkan di beberapa kota besar. Banyak orang masih membuang sampah secara campuran, dan pemisahan sampah sering kali dilakukan di tingkat pengelolaan sampah, bukan di rumah tangga.
9. Panggilan dengan Nama Depan Saja
Dalam pergaulan sehari-hari, orang Jerman lebih sering memanggil satu sama lain dengan nama depan saja, bahkan dengan atasan atau guru, terutama jika sudah akrab. Namun, mereka menggunakan sebutan formal (Sie) saat pertama kali bertemu atau dalam konteks resmi. Di Indonesia, panggilan nama depan biasanya dilengkapi dengan panggilan sopan seperti “Bapak,” “Ibu,” atau “Kakak.” Panggilan dengan nama depan tanpa gelar dianggap kurang sopan, terutama pada orang yang lebih tua atau dalam situasi formal.
10. Kebiasaan Membayar Tagihan Secara Terpisah
Di Jerman, membayar tagihan secara terpisah atau separate bills adalah hal yang biasa dalam pertemuan sosial. Orang Jerman cenderung mandiri secara finansial dan tidak merasa canggung untuk membayar sendiri. Di Indonesia, kebiasaan membayar secara terpisah masih jarang. Biasanya ada satu orang yang membayar tagihan dan kemudian teman-teman mengganti uangnya, atau orang yang paling senior yang akan mentraktir, tergantung situasi.
Perbedaan kebiasaan antara orang Jerman dan Indonesia menunjukkan betapa uniknya budaya masing-masing. Orang Jerman yang menghargai ketepatan waktu, privasi, dan kedisiplinan, sementara orang Indonesia cenderung lebih fleksibel, terbuka, dan hangat dalam interaksi sosial. Memahami kebiasaan ini bisa membantu kita lebih menghargai perbedaan dan menyesuaikan diri ketika berinteraksi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

Apa saja tes masuk Studienkolleg?
Studienkolleg adalah program penyetaraan akademik yang wajib diikuti sebelum masuk Universitas di Jerman. Studienkolleg bertujuan agar pelajar asing memiliki level…

Peserta Disabilitas Atau Penyakit Tertentu Bisa Ujian ÖSD
Peserta Disabilitas Atau Penyakit Tertentu Bisa Ujian ÖSD. Ujian Sertifikat ÖSD (Österreichisches Sprachdiplom Deutsch) dikenal sebagai salah satu sertifikat bahasa Jerman…

Mengenal Ausbildung di Jerman: Syarat dan Jurusan Populer
Mengenal Ausbildung di Jerman: Syarat dan Jurusan Populer. Ausbildung adalah program pendidikan kejuruan di Jerman yang menggabungkan kerja praktek di…

Faktor Utama Peningkatan Permintaan Perawat di Jerman
Faktor Utama Peningkatan Permintaan Perawat di Jerman. Permintaan perawat di Jerman diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Perkembangan…

Pentingnya Sertifikat Bahasa Jerman bagi Perawat yang Ingin Bekerja di Jerman
Apasih Pentingnya Sertifikat Bahasa Jerman bagi Perawat yang Ingin Bekerja di Jerman. Bekerja di Jerman sebagai perawat merupakan impian banyak tenaga…

Menghindari Kesalahan Dalam Ujian ÖSD Modul Schreiben A2
Menghindari Kesalahan Dalam Ujian ÖSD Modul Schreiben A2. Dalam ujian bahasa Jerman level A2, pada bagian Schreiben menjadi bagian yang…

5 Jurusan Ausbildung dengan Peminat Terbanyak
5 Jurusan Ausbildung dengan Peminat Terbanyak. Ausbildung di Jerman dalam beberapa tahun terakhir menjadi jalur favorit bagi banyak pemuda Indonesia…
